Selasa, 05 Mei 2020

Ulama Berpenghasilan Milyaran, Tapi Tidak Wajib Zakat

๐Ÿ‡ฐ ๐Ÿ‡ฎ ๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ฆ ๐Ÿ‡ญ 
๐Ÿ‡บ ๐Ÿ‡ฑ ๐Ÿ‡ฆ ๐Ÿ‡ฒ ๐Ÿ‡ฆ

๐Ÿ“œ *Ulama Berpenghasilan Milyaran, Tapi Tidak Wajib Zakat*

         
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Berpenghasilan besar, belum tentu mendapat kewajiban zakat. Karena zakat hanya dibebankan untuk orang yang memiliki harta mengendap satu nishab selama setahun. Meskipun seseorang memiliki harta di atas satu nishab, namun habis sebelum satu tahun, dia tidak wajib zakat.

Kita akan simak, biografi salah satu ulama besar di masa silam, yang Allah berikan kekayaan melimpah, namun beliau tidak pernah berzakat. Karena hartanya habis sebelum genap setahun.

Beliau adalah al-Laits bin Sa’d rahimahullah.

๐Ÿ”– *_Siapa al-Laits bin Sa’d_*

al-Laits bin Sa’d bin Abdurrahman. Kunyahnya Abul Harits. Seorang ulama besar di Mesir yang ahli di bidang fiqh dan hadis. Lahir tahun 94 Hijriyah. Beliau ulama tsiqqah (terpercaya) yang terkenal sangat dermawan.

๐Ÿ’ฐ *_Penghasilan al-Laits_*

As-Shafadi menceritakan,

ูˆูƒุงู† – ุฃูŠ ุงู„ู„ูŠุซ – ู…ู† ุงู„ูƒุฑู…ุงุก ุงู„ุฃุฌูˆุงุฏ. ูˆูŠู‚ุงู„: ุฅู† ุฏุฎู„ู‡ ูƒุงู† ูƒู„ ุณู†ุฉ ุฎู…ุณุฉ ุขู„ุงู ุฏูŠู†ุงุฑ، ูˆูƒุงู† ูŠูุฑู‚ู‡ุง ููŠ ุงู„ุตู„ุงุช ูˆุบูŠุฑู‡ุง

Al-Laits termasuk ulama yang sangat dermawan. Diceritakan bahwa penghasilan al-Laits setiap tahun mencapai 5000 dinar. Dan beliau suka membagi-bagikannya ketika shalat dan kegiatan lainnya.

๐Ÿ’ป *_Kita bisa hitung, 5000 dinar itu berapa rupiah?_*

5000 x 4,25 gr emas, ketemu 21.250 gr emas. 21, 25 kg emas. Subhanallah…

Sekarang berapa kalo dirupiahkan.

Anggap 1 gr Rp 500.000, berarti 21.250 x 500.000, ketemunya 10.625.000.000… 10 M + 625 juta.

Itu kalo dirata-rata sebulannya berapa?

Kita bagi 12, ketemu 885.416.666,67

*Subhanallah… penghasilan beliau hampir 1 M sebulan.*

๐Ÿ“ƒ *_Dalam riwayat lain, penghasilan al-Laits terkadang mencapai 12.000 dinar setahun._*

Qutaibah menceritakan,

ูƒุงู† ุงู„ู„ูŠุซ ูŠุณุชุบู„ ุนุดุฑูŠู† ุฃู„ู ุฏูŠู†ุงุฑ ููŠ ูƒู„ ุณู†ุฉ ูˆู‚ุงู„ ู…ุง ูˆุฌุจุช ุนู„ูŠ ุฒูƒุงุฉ ู‚ุท

Penghasilan Al-Laits mencapai 12.000 dinar dalam setahun. Dan beliau mengatakan, “Aku tidak pernah mendapat kewajiban zakat.”

12.000 dinar, kalau dihitung sambel merem gak bisa. 12.000 dinar itu = 25.500.000.000;

_Subhanallah… 25 M setahun. Berarti sebulannya bisa lebih dari 1 M._

Tapi… al-Laits tidak pernah zakat.

*Kok bisa❓*

Belum setahun, uang itu sudah habis.
 Kemana habisnya?

Beliau bagi-bagikan. Beliau berikan kepada orang yang membutuhkan. Coba kita tengok sedekahnya al-Laits.

๐Ÿ“Œ *_Sedekahnnya al-Laits_*

Manshur bin Ammar berceritakan,

ุฃุชูŠุช ุงู„ู„ูŠุซ ูุฃุนุทุงู†ูŠ ุฃู„ู ุฏูŠู†ุงุฑ، ูˆู‚ุงู„: ุตู† ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ุญูƒู…ุฉ ุงู„ุชูŠ ุขุชุงูƒ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Aku pernah datang ke tempat al-Laits, lalu beliau memberiku 1000 dinar. Beliau berpesan, “Jaga ilmu agama yang Allah berikan kepadamu dengan uang ini.”

Subhanallah, sedekah 1000 dinar. Sama dengan 4,25 Kg emas. Belum ada tandingannya di zaman sekarang.

๐Ÿ“„ _Dikisahkan, ada seorang wanita yang datang ke al-Laits,_

Wahai Abul Harits, anak saya sakit, dan dia ingin madu.

Lalu al-Laits memanggil pembantunya,

ูŠุง ุบู„ุงู…، ุฃุนุทู‡ุง ู…ِุฑْุทًุง ู…ู† ุนุณู„

“Wahai pembantuku, berikan untuknya madu satu drum.”

*_Imam al-Laits dikenal suka memberikan hartanya kepada para ulama._*

Harmalah menceritakan,

ูƒุงู† ุงู„ู„ูŠุซ ุจู† ุณุนุฏ ูŠุตู„ ู…ุงู„ูƒุง ุจู…ุงุฆุฉ ุฏูŠู†ุงุฑ ููŠ ุงู„ุณู†ุฉ ููƒุชุจ ู…ุงู„ูƒ ุฅู„ูŠู‡ ุนู„ูŠ ุฏูŠู† ูุจุนุซ ุฅู„ูŠู‡ ุจุฎู…ุณ ู…ุงุฆุฉ ุฏูŠู†ุงุฑ

Bahwa al-Laits pernah menyampaikan kepada Imam Malik 100 dinar dalam setahun. Kemudian Imam Malik mengirim surat ke beliau, “Saya punya utang.” Kemudian al-Laits mengirimkan kepada beliau 500 dinar.

Beliau juga pernah memberikan 1000 dinar kepada Ibnu Lahai’ah (seorang ulama hadis), beliau juga memberikan uang 1000 dinar kepada Manshur bin Ammar (ulama ahli nasehat).

๐Ÿ“™ *_Keilmuan Imam al-Laits_*

Beliau sezaman dengan Imam Malik, gurunya Imam as-Syafii. Termasuk generasi tabi’ tabi’in. Beliau pernah menjadi murid beberapa tokoh Tabi’in, seperti Atha’ bin Abi Rabah, Nafi’, Abuz Zubair, Ibnu Syihab az-Zuhri dan beberapa ulama tabi’in lainnya.

Sementara murid beliau para ulama besar, diantaranya, Ibnu Ajlan, Ibnu Lahai’ah, Ibnu Wahb, Ibnul Mubarok, Yahya bin Bukair, al-Qa’nabi, dan yang lainnya. Mereka deretan ulama besar di zamannya.

*_Kiat simak pujian ulama untuk Imam al-Laits,_*

Al-Alla’ bin Katsir mengataka

n,

ุงู„ู„ูŠุซ ุจู† ุณุนุฏ ุณูŠุฏู†ุง ูˆุฅู…ุงู…ู†ุง ูˆุนุงู„ู…ู†ุง

Al-Laits bin Sa’d pemimpin kami, imam kami, ulama kami.

Imam Syafi’i pernah memuji beliau,

ุงู„ู„ูŠุซ ุจู† ุณุนุฏ ุฃูู‚ู‡ ู…ู† ู…ุงู„ูƒ، ุฅู„ุง ุฃู† ุฃุตุญุงุจู‡ ู„ู… ูŠู‚ูˆู…ูˆุง ุจู‡

Al-Laits bin Sa’d lebih faqih dari pada Malik, hanya saja, murid-muridnya tidak mengangkat madzhab beliau.

Imam Ahmad juga memberikan pujian untuk beliau,

ู„ูŠุซ ูƒุซูŠุฑ ุงู„ุนู„ู…، ุตุญูŠุญ ุงู„ุญุฏูŠุซ

Laits, Ilmunya banyak, hadisnya shahih.

Allah berikan kelebihan imam al-Laits, kaya ilmu kaya dunia. Dan dunia di tangannya hanya digunakan untuk ketaatan kepada Allah. semoga Allah merahmati beliau…

Allahu a’lam.

✍ *Ditulis oleh ustadz Ammi Nur Baits

••• ════ ༻๐Ÿ“š༺ ════ •••

Kamis, 31 Oktober 2019

Catatan dari materi  Ust. Abu Sarah Ilham Jaya hafizhahullah
31 okt 2019 @rumah Ust.Saifuddin,al-bina,karawang.
-------
• Diantara hikmah disunnahkanya surah Al-Kahfi dibaca setiap jumat adalah pentingnya Asshuhbah.
• Halaqah bertujuan membantu menjaga agar kita tetap berada di jalan yang benar menuju Allah
• Dengan Asshuhbah yg peduli dan punya perhatian terhadap keistiqamahan kita
• Dulu tasyabbuh itu pada sebatas hal-hal yg lahir
• Di Era ini kita punya tantangan jauh lebih besar,menjaga generasi kita dari tasyabbuh pada hal2 yang batin
• Mimpi2 anak2 zaman ini sama dengan apa yg diimpikan oleh mereka
• Cara berpikir mereka sama dengan cara berpikir oleh musuh Allah
• Era keterbukaan
• Kita di lembaga ini tinggal keikhlasan orangnya2 saja dalam beramal
• Sebab semua aspek dalam majal perjuangan sudah ada
• Tinggal apakah kita ikhlas?
• Sejauhmana kita berupaya untuk mengikhlasan niat kita pada amanah2 yg telah lembaga pilihkan buat kita
• Hendaknya semangat ishlah dan kemanfaatan menjadi spirit yg terus membakar setiap kerja2 dakwah kita.
• Mari kita lihat sekilas generasi terpilih
• Jika Nama Abu Bakar terlintas apa yg terlintas di benak kita?
• Jika Umar, Utsman,dst
• Kata kunci dari kwalitas yg luar biasa pada generasi terpilih itu adalah : pengorbaan
• Ashiddiqnya Abu Bakar adalah untuk agama Allah bukan untuk memperjuangankan untuk keluarga Abu Bakar.
• Faruqnya Umar adalah untuk membela agama Allah,bukan untuk terknalnya umar dan keluarga Umar.
• Nama2 diatas lebih terkenal lebih terkenal dengan amal kemanfaatan untuk ummat
• Bukan amal2 pribadi mereka
• Bukan sholat malam,puasa sunnah dll,walaupun kita dangat yakin ibadah kita tidak ada apa2nya
• A'maal muta'addiyah mereka yg luar biasa
• Ikhlas dalam menuntut Ilmu menurut Imam Ahmad : ุฑูุน ุงู„ุฌู‡ู„ ุนู† ู†ูุณู‡ ูˆุนู† ุบูŠุฑู‡
--》 kemanfaatan
• Untuk apa kita berorganisasi--》 untuk mewujudkan krmanfaatan yg lebih besar dalam penyatuan potensi dan rencana yg tersusun dengan rapi.
• Utsman ketika hendak membukukan Alquran tdk beliau kerjakan sendiri beliau bentuk tim --》 Jamaah
• Afiliasi kita kepada Islam karena ia adalah tujuan,sedang afiliasi kita pada lembaga sebatas karena dia adalah wasilah
• Faidah Ust.Jumardan : seandainya lembaga tidak tugaskan saya ke banten sampai saat ini mungkin sy masih jadi penjual keliling serba seribu.

Minggu, 05 Mei 2019

BIJAK DALAM _MENTAHDZIR

Materi Bersama WAG Belajar Islam Intensif & Kajian Wahdah Bali*
*Kategori : Fawaid Dewan Syariah*


▪Terkadang, lantaran suatu perbuatan terlanjur sering dilakukan, tanpa disadari akhirnya terasa nikmat, yang berakibat terabaikannya sikap bijak. Maka jangan salahkan jika terpaksa orang menyematkan sebagai salah satu identitas _manhaj_ kita.

▪Contoh sekaligus fakta, ketika sebuah kesalahan -menurut persepsi kita- ,dilakukan oleh seorang aktivis dakwah lalu kita _tahdzir_ ia habis-habisan, tanpa memperhitungkan lagi kebaikannya yang begitu banyak di tengah masyarakat, kontribusinya dalam dakwah, minimal pada hal-hal mendasar yang disepakati bersama. Tetapi ternyata bagaikan hujan sehari menghapus kemarau setahun, menurut kita. _Wallahulmusta’an_…!
Sangat tidak wajar.

▪Ibnul Qayyim _-rahimahullah-_ menganggap bahwa seharusnya orang seperti dia diperlakukan dan dimaafkan dengan cara yang berbeda, yang kita tidak lakukan terhadap selainnya :
"Dosa itu memang busuk, kata beliau. Tetapi jika volume air mencapai _kullatain_ maka najis tidak mempengaruhinya. Beda halnya dengan air yang sedikit.”

▪Nabi _-shallallahu ‘alaihi wa sallam-_ berkata kepada Umar bin Khattab tentang Hatib bin Abi Balta’ah _-radhiallahu ‘anhuma_:
“Wahai Umar, barangkali Allah telah melihat (keutamaan) _Ahlu Badar_ lalu Ia berkata “lakukanlah apa saja semau kalian sesungguhnya Aku telah mengampuni kalian.”

▪Beliau juga berkata mengenai Utsman bin Affan _-radhiallahu ‘anhu-_ yang begitu luar biasa berkorban dengan hartanya,
“Apa pun yang dilakukan Utsman setelah ini tidak akan memudaratkannya.”


๐Ÿ“š (Disarikan dari kitab _Miftah Darussa’aadah_, 1/176)

▪ Semoga saja kita tidak merasa lebih bijak dari ulama sekelas Ibnul Qayyim _-rahimahullah-_ dalam meneladani Nabi _-shallallhu ‘alaihi wa sallam_.
_Fa’tabiru...Ya Ulil Abshar_..!!

✒ *Ustaz Sirajuddin Qasim, Lc.*
[Ketua Komisi Rukyat dan Falakiyah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah]

▪▪▪▪
๐ŸŽ™ WAG Kajian & Tanya Jawab Belajar Islam Intensif/Kajian Wahdah Bali
๐Ÿ“ฒ CP. 0811-396-2400 (WA Only)
๐Ÿ”นKirimkan pertanyaan anda dengan rapih dan jelas, akan dijawab oleh dewan pembina insyaAllah.

Kamis, 19 April 2018

Yang Mesti Anda Ketahui Tentang Bulan Sya'ban



Oleh : Ustadz Maulana La Ode, L.c, MA

Tak terasa, seiring berjalannya waktu dan silih bergantinya siang dan malam, kini kita semua telah hampir memasuki bulan sya'ban, suatu bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat islam untuk mempersiapkan diri menyambu
t bulan penuh berkah, Ramadhan. Sebagai bulan yang mengiringi hadirnya Ramadhan, dan gerbang untuk memfokuskan diri beribadah didalamnya, tentunya ia memiliki beberapa keistimewaan yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Selain terdapat beberapa ibadah yang sunnah untuk diamalkan didalamnya, juga terdapat berbagai hukum dan amalan yang erat kaitannya dengan bulan Ramadhan..

Namun ketika memperhatikan fenomena sebagian umat islam dibulan ini, kita mendapati bahwa mereka telah banyak membuat-buat amal ibadah khusus yang tidak pernah dicontohlan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dalam bulan ini, sehingga mereka mencampur adukkan antara amalan sunnah yang haq dan amalan bid'ah yang batil, padahal penentuan adanya amal ibadah itu merupakan hak Allah ta'ala, tidak boleh bagi siapapun mengkhususkan ibadah –baik tata cara atau waktunya- tanpa adanya dalil baik dari Al-Quran dan hadis-hadis shahih. Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda : Barangsiapa yang beramal dengan sebuah amalan yang bukan dari ajaran kami maka amalan itu akan tertolak.” (Muttafaqun ‘alaih)

Semoga tulisan ini dapat membuka hati kita untuk lebih mengenali amalan-amalan yang disunnahkan dan amalan yang tidak disunatkan dalam bulan ini.

 Amalan Yang Disunnahkan
1. Memperbanyak puasa dibulan Sya'ban. Ini merupakan petunjuk Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, sebagaimana dalam hadis Aisyah radhiyallahu'anha :
ู…ุง ุฑุฃูŠุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงุณุชูƒู…ู„ ุตูŠุงู… ุดู‡ุฑ ู‚ุท ุฅู„ุง ุฑู…ุถุงู† ูˆู…ุง ุฑุฃูŠุชู‡ ููŠ ุดู‡ุฑ ุฃูƒุซุฑ ู…ู†ู‡ ุตูŠุงู…ุง ููŠ ุดุนุจุงู†

Artinya : " Saya tidak pernah melihat rasulullah shallallahu'alaihi wasallam berpuasa sebulan penuh kecuali dalam ramadhan dan saya tidak melihat beliau berpuasa lebih banyak daripada dibulan Sya'ban". (HR Bukhari : 1969 dan Muslim : 1156)

Adapun sebab beliau memperbanyak puasa dibulan ini adalah : 1).agar mengajar umatnya untuk berlatih puasa sehingga akan terasa mudah menjalani puasa ramadhan karena telah terbiasa dengan puasa sya'ban. 2).Beliau melakukannya untuk mengingatkan para sahabatnya akan dekatnya bulan ramadhan, 3).Sebagai rasa syukur atas dekatnya kedatangan ramadhan.

‼ Apakah dibolehkan berpuasa setelah pertengahan bulan sya'ban ?
Jawabannya adalah tetap dibolehkan berpuasa karena hadis larangan berpuasa selepas pertengahan sya'ban yaitu (Jika pertengahan Sya'ban telah tiba maka janganlah berpuasa) adalah dhoif lagi munkar dan menyelisihi hadis shahih yang hanya membatasi larangan itu pada sehari atau dua hari sebelum Ramadhan.

  2.Tidak berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan. Sebagaimana dalam hadis : "Janganlah seorang diantara kalian mendahului ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari kecuali jika seseorang telah terbiasa dengan puasanya, maka hendaknya ia berpuasa pada hari itu" . (HR Bukhari 1914). Sebabnya adalah karena ia merupakan yaum al-syaqq ; hari yang diragukan apakah ia masih dalam sya'ban atau sudah masuk ramadhan. Dalam hadis, Ammar bin Yasir radhiyallahu'anhuma berkata : " “Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang diragukan, maka sesungguhnya dia telah bermaksiat kepada Abul Qosim (yaitu Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi, dan Tirmidzi mengatakan, “Hadits hasan shahih.” Dishahihkan oleh Al Albani)

‼ Puasa pada sehari atau dua hari sebelum Ramadhan ini tidak boleh dilakukan kecuali ;
a).Bagi orang yang telah terbiasa puasa misalnya telah terbiasa puasa senin kamis atau puasa daud, maka ia boleh berpuasa pada hari itu jika bertepatan dengan hari puasa kebiasaannya.

b).Bagi orang yang masih memiliki utang qadha puasa ramadhan sebelumnya atau puasa nadzar atau kaffarat yang belum lunas, maka ia wajib mengqadha puasanya walaupun bertepatan tanggal 30 sya'ban (yaum al syaq), karena puasa qadha ini adalah kewajiban yang harus ia bayar sebelum masuk bulan ramadhan.

3.Orang yang masih memiliki utang puasa ramadhan ditahun sebelumnya atau puasa nadzar/kaffarat yang belum ia lunasi, maka wajib baginya untuk melunasi puasa yang ia tinggalkan ini dalam bulan sya'ban sehingga ia masuk dalam Ramadhan tanpa memiliki beban dan hutang puasa.

4.Disyariatkannya melihat hilal bulan Ramadhan diakhir Sya'ban untuk penentuan awal hari bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda : "Jika kalian melihatnya (hilal) maka berpuasalah…." (Muttafaq'Alaihi). Hal ini merupakan kewajiban orang yang memiliki keahlian dalam bidang ru'yah serta bersifat amanah dari segi agama dan akhlaknya.

‼ Amalan Sebagian Umat Islam Yang Tidak Dicontohkan Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam Dalam Bulan Sya'ban.

๐Ÿšซ 1.Peringatan malam nishfu sya'ban.Amalan ini tidak memiliki dalil shahih dari amalan Rasul ataupun para sahabat, bahkan ia adalah suatu amalan baru yang bid'ah.

๐Ÿšซ 2.Menghidupkan malam nishfu sya'ban untuk banyak beribadah dan shalat, serta berpuasa disiang harinya. Pengkhususan ini dilandasi oleh hadis-hadis dhoif dan munkar tentang keutamaan malam nishfu sya'ban, diantaranya hadis : "Allah memandang semua makhluk-Nya pada malam nishfu sya'ban, lalu Dia mengampuni mereka semua kecuali orang musyrik atau yang saling bertengkar".
Hadis ini diriwayatkan dari beberapa sahabat dan semuanya adalah hadis dhoif jiddan/lemah sekali dan munkar yang sama sekali tidak bisa dijadikan dalil.
Juga hadis lainnya yang lemah sekali, bahkan palsu : "Jika pada malam nishfu sya'ban, maka shalatlah pada malam harinya, dan berpuasalah pada siang harinya, karena pada hari itu Allah turun kelangit dunia ketika matahari terbenam, lalu berfirman : adakah orang yang memohon ampunan niscaya Aku mengampuninya…sampai terbitnya fajar".

Abu Syamah Asy-Syafi'i dalam kitabnya Al-Ba'its (33) menukil dari Ibnu Dihyah bahwa ia berkata : "Para ulama hadis menyatakan : Tidak terdapat satupun hadis shahih yang menyebutkan keutamaan malam nishfu sya'ban".

Perlu diketahui bahwa seorang muslim tetap disunnahkan menghidupkan malam nishfu sya'ban sebagaimana malam-malam lainnya karena setiap akhir malam Allah ta'ala turun kelangit dunia, juga disunnahkan berpuasa pada siang harinya karena bertepatan dengan tanggal 15, salah satu ayyamul-bidh yang disunnahkan puasa, namun dengan tidak diiringi keyakinan untuk menghidupkan atau meraih fadhilah nishfu sya'ban secara khusus sebab semua dalilnya lemah sekali dan munkar.

๐Ÿšซ 3.Memperbanyak dan mengkhususkan ziarah kubur dibulan sya'ban. Ziarah kubur merupakan sunnah, namun jika dikhususkan dibulan sya'ban dan menjelang ramadhan, maka ini adalah perkara yang tidak sesuai dengan sunnah, bahkan lebih dekat dengan bid'ah sebab tidak ada satu dalil shahihpun yang menerangkannya. Dalam hadis : " Barangsiapa yang beramal dengan sebuah amalan yang bukan dari ajaran kami maka amalan itu akan tertolak.” (Muttafaqun ‘alaih)

๐Ÿšซ 4.Shalat Alfiyah (Didalamnya membaca surat Al-Ikhlash 1000 x); yaitu shalat dengan 100 rakaat, setiap rakaat membaca surat Al-Ikhlash 10 x. Shalat ini diriwayatkan dalam hadis palsu sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul-Jauzi dalam kitabnya "Al-Maudhu'at/Hadis-hadis palsu".

๐Ÿšซ 5.Mengadakan berbagai macam ritual adat yang lebih menjurus pada khurafat dan keyakinan syirik, seperti acara mandi bersama, atau sendiri-sendiri menjelang ramadhan agar dapat menggugurkan dosa-dosa atau mendatangkan keberkahan. Demikian pula ritual kenduri dan acara makan bersama yang biasanya diawali dengan membaca Al-Fatihah, shalawatan, yasinan, atau tahlilan, lalu menghadiahkan pahalanya kepada arwah keluarga atau kerabat yang telah meninggal. Semua amalan seperti ini tidak ada dalilnya sama sekali dari agama islam, sebab itu seorang muslim seharusnya menjauhinya sesuai dengan kesanggupannya.

 Sambutlah Ramadhan Dengan Ilmu Dan Tarbiyah.

Puasa ramadhan merupakan salah satu rukun dari 5 rukun islam, hukumnya fardhu 'ain bagi setiap muslim dewasa, berakal dan mampu untuk melaksanakannya. Karena ibadah ini suatu kewajiban bagi tiap individu muslim sebagaimana halnya shalat lima waktu, maka hukum mempelajari dan mengilmui masalah puasa ini juga wajib bagi setiap muslim, tidak ada alasan untuk bermalas-malasan atau enggan mempelajarinya. Sebab itu, sudah sepantasnya bagi kita untuk menyambut bulan ini dengan mempelajari hukum-hukumnya serta tatacara memaksimalkan ibadah didalamnya,baik dengan menghadiri/mendengarkan kajian, ataupun membaca buku-buku seputar Ramadhan yang sesuai sunnah Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.

Selain persiapan ilmu, seorang muslim juga hendaknya mempersiapkan jiwa dan hatinya agar ia masuk kedalam Ramadhan dengan hati yang suci dan siap menjadikannya sebagai moment mentarbiyah dirinya diatas ibadah dan akhlak mulia. Sebab itu, jika belum terbiasa dengan amalan-amalan ibadah, marilah dibulan sya'ban ini, kita melatih diri masing-masing dan menempanya dengan banyak puasa, dzikir, shalat malam, dan jenis-jenis ibadah lainnya agar kita terlatih dan melewati ramadhan dengan penuh kemudahan dan meraih pahala dan ampunan, serta tetap konsisten dengan ibadah-ibadah ini selepas Ramadhan. Wallaahu a'lam wa ahkam.