Senin, 08 Juni 2015

Kitab Adab Shohih Bukhari :Hadits 5970

Oleh: Ustadz Muh. Yusran Anshar, Lc., MA
sumber: Group whatsapp belajar islam intensif1

Hadits 5970
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ عَيْزَارٍ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

Hadits No  5970. Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada
 kami Syu'bah berkata; Al Walid bin 'Aizar telah mengabarkan kepadaku dia berkata; saya mendengar Abu 'Amru Asy Syaibani berkata; telah mengabarkan kepada kami pemilik rumah ini, sambil menunjuk ke rumah Abdullah bin Mas’ud dia berkata; saya bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Amalan apakah yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda: "Shalat tepat pada waktunya." Dia bertanya lagi; "Kemudian apa?" beliau menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua." Dia bertanya; "Kemudian apa lagi?" beliau menjawab: "Berjuang di jalan Allah." Abu 'Amru berkata; "Dia (Abdullah) telah menceritakan kepadaku semuanya, sekiranya aku menambahkan pertanyaan niscaya dia pun akan menambahkan (amalan) tersebut kepadaku."
Kesimpulan dan Pelajaran:
1 Disyariatkannya bertanya tentang amalan yang paling dicintai oleh Allah
2 Pentingnya mengetahui fikih prioritas
3 Amalan sholeh di sisi Allah bertingkat-tingkat kedudukannya
4 Seorang muslim hendaknya memiliki Himmah ‘Aliyah (obsesi yang tinggi) dalam urusan akhirat sebagaimana yang ditanyakan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallohu anhu
5 Keutamaan shalat pada waktunya
6 Hak Allah didahulukan dari hak manusia
7 Keutamaan berbakti pada orang tua, dimana haknya disebutkan setelah hak Allah
8 Keutamaan Jihad Fii Sabilillah setelah berbakti kepada orang tua selama jihadnya hukumnya sunnah atau fardhu kifayah
9 Bolehnya bertanya lebih dari satu pertanyaan dalam satu majelis
 Adab seorang penuntut ilmu kepada gurunya, dimana walaupun dia semangat unt terus bertanya namun kan karena khawatir akan merepotkan gurunya maka niat tersebut beliau urungkan

Selasa, 26 Mei 2015

Dianjurkan menyegerakan berbuka puasa

Postingan saat adalah artikel yang kami peroleh dari whatsapp:


Hadits nomor 658 & 659

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

«لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

"Manusia akan tetap baik selama mereka menyegerakan berbuka puasa" Muttafaqun 'alaihi

Dalam riwayat At-Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda 

«قَالَ اللَّهُ - عز وجل - أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا»

"Allah ﷻ berfirman : "Hamba yang paling aku cintai adalah yang menyegerakan berbuka puasa."

Derajat hadits :

Sanad hadits Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu'anhuma Shahih.  Diriwayatkan oleh As-Syafi'i (614), Ahmad (5/331), Al-Bukhari (1958), Muslim (1098), Ibnu Majah (1697), At-Tirmidzi (699), An-Nasa'i dalam Sunan Al-Kubra (3298), Abu Ya'la (7511), Ibnu Khuzaimah (2059), Ibnu Hibban (3502), Al-Baihaqi (4/237).

Sanad hadits Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu Dha'if. Dalam sanadnya ada Qurrah bin Abdurrahman dimana jumhur ulama mendha'ifkannya. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/237), At-Tirmidzi (700), Abu Ya'la (5974), Ibnu Khuzaimah (2062), Ibnu Hibban (3507), Al-Baihaqi (4/237). 

*faedah :
- Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu disebut dalam ilmu hadits sebagai Hadits Qudsi. Yaitu hadits yang maknanya diriwayatkan Nabi ﷺ dari Allah ﷻ, sementara redaksinya dari Nabi ﷺ.
-Walaupun hadits Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu dha'if secara periwayatan, akan tetapi maknanya benar sebagaimana hadits Sahl yang shahih.

Pembahasan hadits :

1. Dalil dianjurkannya menyegerakan berbuka ketika sudah masuk waktu berbuka yaitu terbenamnya matahari, entah dengan melihat sendiri, atau kabar orang yang terpercaya, atau perkiraan mendekati yakin bahwa matahari telah terbenam.

2. Menyegerakan buka puasa adalah diantara kemudahan islam atas manusia dan jauhnya dari sifat menyusahkan dan berlebih-lebihan.

3. Dalil bahwa adanya kebaikan pada orang yang menyegerakan buka puasa dan kurang baiknya menunda buka puasa dari waktunya.

4. Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah mengikuti sunnah (petunjuk) Rasulullah ﷺ. Karena dalam riwayat Abu Daud disebutkan bahwa kaum Yahudi dan Nashrani mengakhirkan buka puasa mereka sampai munculnya bintang (malam). Maka syariat islam menuntut kaum muslimin untuk tidak menyerupai Ahli Kitab dalam ibadah mereka. Jadi menyegerakan buka puasa adalah pembeda antara puasa orang Islam dengan Ahli Kitab, dan pembeda antara pengikut sunnah dan yang menyelisihi sunnah.

5. Menetapkan sifat cinta bagi Allah ﷻ dan bahwasanya sifat cinta ini bertingkat-tingkat. Mereka yang paling dicintai Allah ﷻ adalah yang paling banyak mengikuti syariatNya dan mengamalkan perintahNya. Allah ﷻ berfirman dalam surah Ali Imran ayat 31

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Diantara golongan atau aliran ada mengatakan Allah ﷻ tidak mempunyai sifat cinta. Kelompok yang lain mengatakan Allah ﷻ dicintai makhluknya tapi tidak mencintai makhluknya. Adapun Ahlussunnah Wal Jama'ah mengatakan bahwa Allah ﷻ mencintai dan dicintai makhlukNya, dan menetepkan bahwa sifat cinta Allah ﷻ tidak seperti cinta maklukNya.

 لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat. (As-Syura : 11).

✒️ Ustad Abul Qasim Ayyub Soebandi -hafizhahullah-
_________________
Silahkan baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net
🍀Grup WA Belajar Islam Intensif🍀

Gabung Grup WA Belajar Islam Intensif (BII)
Ketik BII#Nama#Daerah kirim ke:
085255956156(ikhwa)

08984301733(akhwat)

Rabu, 01 April 2015

Perang di Akhir Zaman

Di Akhir Zaman, Kaum Muslim Nanti Akan Berdamai Dengan Bangsa Rum
Dalam sebuah hadits yang panjang Rosulullah Shallallhu 'alaihi wa sallam menjelaskan peristiwa ini: “Kalian (kaum muslimin) akan mengadakan perdamaian dengan Bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh di belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit bukit. Maka berdirilah seorang laki laki dari kaum Rum lalu ia mengangkat tanda Salib dan berkata, ‘Salib telah menang’. Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum muslimin, lalu ia membunuh laki laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah peperangan, dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap tiap bendera terdapat dua belas ribu tentara”. [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah]

Dan Rasulullah Shallallhu 'alaihi wa sallam juga bersabda, “Kalian akan memerangi Jazirah Arab, maka Allah akan menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Bangsa Persia, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Bangsa Romawi, maka Allah menaklukannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal, maka Allah pun mengalahkannya untuk kalian”. [HR. Muslim]
Mungkin dari hadits kedua tersebut banyak dari kita seakan tidak habis pikir dan menimbulkan pertanyaan, kenapa Arab harus di perangi?? (padahal Islam berasal dari sana yaitu Bangsa Arab) padahal, hari ini sepertinya Arab adalah Negri negri yang sangat Islami . Beberapa penulis kontemporer mencoba menjawab dari hadits tersebut (yang tentunya di lihat dengan realitas di lapangan dan membuat satu kesimpulan akan kebenaran hadits tersebut dan kebenaran nubuwah kenabian) bahwa negara negara Arab telah di kuasai oleh undang undang kafir dan loyal terhadap orang orang kafir. Oleh sebab inilah Arab diperangi. Fakta di lapangan pun mengarah kesana.

Banyak para ulama’ yang aqidahnya lurus dan vokal dalam menyuarakan kebenaran di penjarakan oleh rezim setempat (di penjara penjara rahasia). Mereka bergandeng tangan dengan orang kafir dalam slogan ‘Perang Terhadap Terorisme’, padahal sejatinya hal itu dilakukan agar pemerintahannya itu tidak di goyang dan di lengserkan oleh orang orang yang aqidahnya lurus (yang menginginkan syari’at Allah tegak di muka bumi). Sedangkan kesalahan awal yang di perbuat pemimpin arab dan berbuntut hingga hari ini adalah mengundang kekuatan kafir masuk ke jazirah Arab ketika perang Irak Kuwait.

Sehingga sampai sekarang sedikit demi sedikit kerusakannya kian kelihatan. Kalaupun hukum Islam masih ada dan berjalan itupun hanya sebagian kecil saja dan untuk menutupi kebobrokan yang ada di dalamnya. Ada sebagian ulama’ kontemporer mencoba memberikan analisanya tentang di peranginya Bangsa Persia (iran). Mengapa mereka di perangi?? Karena umumnya Bangsa Persia saat ini menganut aqidah Syi’ah. Yang mana para Ulama’ salaf dan menurut aqidah ahlus sunnah wal jama’ah syi’ah bukan bagian dari Islam dan sudah keluar dari Islam.

Oleh karena itu kenapa kita bisa melihat di media bahwa mujahidin yang ada di Irak ikut melibas orang orang Syi’ah sebagaimana mujahidin melibas orang orang kafir, karena syi’ah adalah sekte tersendiri di luar Islam (dengan mengatas namakan Islam). Yang mana sekarang ini mereka (orang orang Syi’ah) sedang menggalang kekuatan membentuk Persia Raya (sebagaimana orang Yahudi juga membentuk Israel Raya karena, NB : mereka diam -diam juga meyakini kebenaran nubuwah kenabian dan hal itu bakal terjadi).

Sedangkan Bangsa Rumawi yang akan berdamai dengan Umat Islam nantinya adalah Amerika dan Barat sdangkan menurut prediksi SHEIKH IMRAN HUSEIN, RUM yg dimaksud adalah ROMAWI BYZANTIUM (kristen ortodox) umat islam nantinya akan berdamai dan bersekutu dengan RUSIA . Yang hal tersebut bersifat sementara, yang pada akhirnya juga akan berperang dengan mereka, yang mana hal itu terus berlangsung hingga turunnya Dajjal dan Umat Islam memerangi Dajjal . Demikianlah uraian dari makna hadits di atas yang di tegaskan oleh Syeikh Muhammad Hasan

Kamis, 12 Maret 2015

Keutamaan Istigfar

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity
pernah mengatakan:
Tidaklah hati seorang hamba selalu beristigfar melainkan
akan disucikan.
Bila ia lemah, maka akan dikuatkan
Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
Bila ia diuji, maka akan diangkat ujian itu darinya.
Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk
Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan.
Sepeninggal Rasulullah, Istigfar merupakan satu-satunya
benteng aman yang tersisa untuk kita (dari adzab Allah)
”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang
kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan
mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-
Anfal: 33).
Ibnu katsir -rahimahullah - berkata :
Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu
memperbanyak istigfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya.
Maka apa lagi yang kau tunggu...?
(Perbanyaklah istigfar...)
Ibnul Qayyim - rahimahullah - mengatakan, " Bila engkau ingin
berdo'a, sementara waktu yang kau miliki begitu sempit,
padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan, maka
jadikan seluruh isi do'amu istigfar, agar Allah memaafkanmu.
Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu
akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya.
Ya Allah.. Sesungguhnya engkau Maha pemaaf, mencintai
kemaafan, maka ampunilah kami.
_